Kacang Ijonya Mang

Entah mengapa dua hari yang lalu saya membuat bubur. :mad: Kalian pasti sudah tahu bahwa saya paling anti dengan yang namanya bubur, bagi yang belum tahu pura-pura tahu aja lah. :lol:  Makanan yang satu ini membuat saya langsung eneg sampai mual pengen muntah. Oh, itu mungkin karena sugesti yang telah terbangun di dalam otak saya karena penampilannya itu. Huhuhu,,,

Lalu jika memang demikian mengapa masih juga nekat membuat bubur? Ini berbeda, kali ini saya membuat kolor ijo, maaf maksud saya bubur kacang ijo. :oops:

Baca lebih lanjut

Kali ini Ecto Blogging Editor loh

Hahaha, :lol:  sekarang ini lagi iseng-iseng nyari blogging editor yang paling bagus. Setelah mengutak-atik beberapa blogging editor termasuk BlogDesk yang tadi siang tuh, saat ini mencoba menggunakan Ecto 2.3.13. Dari interfacenya sih sepertinya jauh lebih bagus dan lebih lengkap dari BlogDesk.

Tools Ecto ini jauh lebih banyak. Saya bisa melampirkan file atau menyisipkan gambar yang secara langsung dapat diupload ke dalam wordpress ini. Ada juga tool untuk menyelipkan video youtube, pokoknya tinggal klik sana klik situ. Kesemua tool-tools tersebut tidak saya temukan di BlogDesk.

Baca lebih lanjut

Ini lagi coba BlogDesk loh

Bagi beberapa orang keinginan menulis itu muncul tiba-tiba, entah karena terinspirasi oleh omelan emak pagi tadi, digebukin orang sepasar atau mungkin jatuh dari atas pohon saat sedang mencoba merayu monyet tetangga. Kemudian saat keinginan itu datang hal yang pertama terpikirkan adalah mencari koneksi internet untuk membuka dasbor blog dan memulai menulis. Apakah mencari hotspot gratis seperti yang dilakukan beberapa mahasiswa, kecuali saya tentunya gan, ataukah mencari warnet termurah yang terdekat dengan akses yang cepat.

Hal itu mungkin cukup merepotkan. Jika menggunakan hotspot gratis bisa dipastikan Anda membutuhkan perangkat netbook dengan dukungan catu daya yang tahan lama atau minimal bisa nyantol dicolokan listrik kampus, sukur-sukur kalau tidak mati lampu. Dan jika mesti ke warnet harus menyiapkan duit, lagi-lagi duit. :mrgreen: Kalau tidak mau repot sih cukup berlangganan internet bulanan. Tapi saran saya sih sebaiknya kalian menggunakan hotspot gratis, dengan sedikit modifikasi LAN wifi yang kamu punya, kamu bisa berinternet ria di rumah kamu. Tapi saya tidak begitu loh, ini serius.

Baca lebih lanjut

Saat Mati Lampu Itu,,,

 

Hmm, mati lampu! Apa yang hendak kalian lakukan saat mati lampu datang menghampirimu? Ya saya tahu dengan pasti, kalian pasti mengerjakan hal yang sama dengan yang dilakukan oleh kebanyakan orang, apalagi saat mati lampu berlangsung pada malam hari. Bergegas mengambil selimut kemudian tidur.

Kalian mungkin lebih memilih tidur untuk peristiwa yang satu itu. Tapi maaf ya, saya tidak demikian. Mungkin lebih tepatnya tidak untuk malam itu. :lol: Karena malam itu adalah malam jum’at. Dan saya memilih untuk bergentayangan hingga pagi menjelang (ih ih ih ih). :mrgreen:

Baca lebih lanjut

Tentang Cinta

Sebuah artikel yang cukup menarik menurutku sehingga saya tertarik untuk menulisnya di blog ini atau lebih umum dikenal dengan nama copypaste alias copas. Cukup sederhana dalam menggambarkan kondisi kebanyakan orang, termasuk diriku yang lemah ini. Mudah-mudahan imanku menguatkan diriku untuk tidak bertukuk lutut dihadapan hawa nafsu itu.

Cinta di Masa Muda

Aku cinta dia….
tapi mulut ini tak sanggup tuk mengungkapkan

Aku suka dia….
tapi lidahku begitu kelu tuk mengucapkan

Aku sayang dia….
tapi hatiku begitu rapuh tuk membenarkan

Baca lebih lanjut

Posting WordPress Lewat Hape

Ini adalah posting pertamaku melalui hp. Saya cukup login di m.wordpress.com, kemudian ketik dan mempublish tulisan ini.
Tapi nampaknya ada kekurangannya, panjang tulisan tidak boleh lebih dari 512 huruf, mungkin ini standar hp-ku ya. Tidak ada tools untuk memboldkan tulisan dan yang lainnya. Atau mungkin harus pakai bahasa html ya? Kalau begitu biar ku coba. Wah, masih tak nampak. Harus dipublish dulu baru ketahuan.
Kalau pakai smile muncul juga gak ya? Coba saja ah. :lol: Belum tau juga. PUBLISH

Rindu Hari Itu

“Pa, tangkap ya!!”

“Ayo mat, keluarkan tenaga mu, tendang yang keras ya”

“Gooooool, hore horeee papa kalah”

Sabtu itu Ahsan sedang menyaksikan seorang anak dan ayahnya menghabiskan akhir pekan mereka di sebuah taman. Riuh gelak tawa mereka memecah keheningan hatinya sore itu. Senyum kecil tersungging dari bibir keringnya saat menyaksikan peristiwa itu. Ia pun berguman lirih, “harusnya aku melakukannya waktu itu”. Mata Ahsan kembali berkaca, buru-buru ia menyeka air matanya yang hendak jatuh membasahi pipinya.

Di sudut lain ia menyaksikan sekelompok pemuda saling bergurau. Salah satu dari mereka bercanda mengejek salah satu dari mereka, kemudian yang lain tertawa mendengarnya. Nampaknya mereka itu adalah rekan sekerja. Ahsan menundukkan kepalanya dan kembali tersenyum.

Baca lebih lanjut

Sepertinya Kita Sehati

Belum lama ini aku berkeinginan untuk lepas darinya, kemudian mencari persinggahan baru atau rumah baru yang mungkin akan terasa nyaman bagiku dalam berpenampilan dan berekspresi seperti apa kata hatiku.

Harus saya akui bahwa selama ini telah lama ia menemaniku. Dengannya, kita membatik langit dengan gutaran-guratan awan putih yang kadang berubah jadi kelam dalam sunggingan manis lirih warna-warni pelangi.  Bagai batu besar yang tak akan hilang tergerus oleh waktu, menyimpan semua kenangan dalam kebisuannya. Bagai sungai yang sangat luas untuk pahit yang mendera, kemudian memudarkannya dan tak sedikitpun lagi terasa kepahitan itu.

Baca lebih lanjut

Balik ke asal saja lah….

Tadinya saya kepengen blog ini ditulis dengan cara yang berbeda atau tidak lazim dengan kebanyakan blogger lainnya. Karena teringat kata om Mario Teguh seperti berikut ini.

Orang yang luar biasa, bukanlah orang yang biasa melakukan hal yang luar biasa, karena biasa melakukan hal yang luar biasa adalah biasa. Orang yang luar biasa adalah orang yang melakukan hal biasa dengan cara yang tidak biasa.

Namun ternyata untuk melakukan hal tersebut tidaklah semudah yang dibayangkan, menyengajakan untuk melakukannya begitu menguras pikiran, setidaknya diperlukan waktu yang lebih banyak untuk menyiapkan sebuah tulisan. Kalau boleh dikatakan ini sama saja membuat pekerjaan baru yang harus benar-benar ditekuni.

Baca lebih lanjut

Lalu, apa yang menghentikan langkahmu?

Hai kau yang berselimut gelap!

ada apa dengan dirimu?

mengapa kau hanya berdiam diri?

menyulam kelam berbalut duka

apakah badai semalam telah mematahkan kakimu?

ataukah hujan es yang membekukannya?

hingga kau tak beranjak sedikit pun

atau kau memang tak ingin?

diam meratap lara yang menerpamu

lalu untuk apa kedua tanganmu itu?

bukan kah ia dapat menuntunmu?

kau melihat seberkas cahaya kecil di sana?

tidak kah kau ingin meraihnya?

kembali merajut asa

memupuk harap

menggapai cita

(dengerin ini juga, biar lebih …….)